Selasa, 06 November 2012

Mikrotik PCQ Queue Tidak Mampu Melawan IDM ?


Mikrotik PCQ Queue Tidak Mampu Melawan IDM ?

 | Agustus 17, 2011 39 Comments | 10.567 views
Di Warnet (warung internet), mikrotik seringkali digunakan sebagai router sekaligus pembagi bandwidth. Ada dua tipe queue yang sering dipakai dalam mikrotik, yaitu simple queue dan pcq queue. Dua tipe queue ini memiliki keunggulan masing masing, tapi tentu saja, juga memiliki kelemahan masing masing.
Kendala yang dihadapi oleh pcq queue adalah kelemahan pengaturan pembagian yang masih bisa ditembus oleh software downloader sejenis IDM (Internet Download Manager), yang secara sporadis membuka begitu banyak jalur koneksi untuk melakukan download secara paralel. Bagi user, download yang cepat adalah anugerah, sedangkan bagi pemilik warnet dan user lain, yang tidak menggunakan IDM, ini adalah sebuah malapetaka !!!
PCQ Queue dipilih karena kemampuannya untuk membagi bandwidth secara adil dan merata. PCQ atau per connection queue, akan membagi bandwidth sesuai jumlah user yang sedang online. 1 orang full bandwidth, 2 online orang – bandwidth dibagi 2, dan saat 3 orang online, maka bandwidth akan dibagi 3 dan seterusnya. Berbeda dengan Simple queue, yang membagi bandwidth secara fixed/ tetap, sehingga berapapun jumlah user yang online, bandwidthnya tetap, dan cenderung malah berkurang (kalau overload).
Secara detail kita jabarkan berikut
Simple Queue
  • Bandwidth tetap atau fixed
  • Mampu menahan serangan IDM dan sejenisnya
  • IP komputer yang ingin di Simple Queue, harus dimasukkan secara manual satu per satu
  • Bandwidth yang tidak terpakai menjadi sia sia.
PCQ Queue
  • Bandwidth yang dibagi rata sesuai jumlah user yang online
  • Rentan terhadap serangan IDM dan sejenisnya
  • IP komputer tidak harus dimasukkan satu persatu
  • Bandwidth digunakan secara optimal. tidak ada lagi bandwidth yang terbuang percuma tanpa dipakai.
Queue Tree Mikrotik PCQ Queue Tidak Mampu Melawan IDM ?
Max Limit pada Queue Tree Bersifat Global Untuk Semua Koneksi
Berbeda dengan simple queue, setting max. limit pada queue tree bersifat global, tidak ada pengaturan IP di sini, sehingga semua lalu lintas packet yang tercatat (mark) akan mendapatkan max. limit yang sama.
Kebocoran IDM disebabkan oleh tidak adanya pengaturan IP di dalam Queue Tree, karena pengaturan queue murni diolah dari packet mark.
Simple Queue Mikrotik PCQ Queue Tidak Mampu Melawan IDM ?
Simple Queue di Set berdasarkan IP, sehingga kemungkinan IDM meloloskan diri sangatlah mustahil
Nah, bagaimana seandainya, anda suka dengan pengaturan pcq queue, namun membenci IDM dan sejenisnya ?
Sebenarnya pada saat memilih pengaturan PCQ Queue, ada opsi dimana, kita juga bisa membatasi max limit per IP komputer seperti halnya yang digunakan oleh Simple Queue.
Cara ini lebih mudah dibandingkan Simple Queue yang mengharuskan kita memasukan satu per satu IP komputer yang ingin kita limit menggunakan simple queue.
PCQ Queue Mikrotik PCQ Queue Tidak Mampu Melawan IDM ?
Fungsi Rate inilah yang berfungsi sama dengan pengaturan simple queue. Dengan memasukkan angka pada rate ini (default: 0) maka maksimal download yang akan didapatkan per IP akan dibatasi mis. 512k (kbps).
Limit berfungsi untuk membatasi jumlah koneksi paralel yang diperkenankan bagi tiap IP. artinya bila kita meletakkan nilai 20, maka cuma 20 koneksi simultan yang bisa didapat oleh 1 IP komputer.
Total Limit adalah total keseluruhan koneksi paralel yang diperkenankan untuk seluruh PC yang ada di warnet anda. Secara matematika Total Limit 4000 dibagi dengan 50 koneksi per IP/ PC, maka akan didapat angka 80 total IP/ PC yang bisa terkoneksi ke jaringan mikrotik anda.
Classifier adalah pembeda untuk jenis koneksi yang di Queue. Pada gambar terconteng Dst. Address yang artinya pengaturan ini hanya berlaku untuk packet packet download saja. Kalau untuk paket upload, maka yang di conteng adalah Src. Address.
Catatan:
Aplikasi browser seperti mozilla dan kebanyakan aplikasi internet lainnya, menggunakan paralel simultanous connection/ koneksi paralel secara simultan untuk mempercepat proses loading sebuah halaman web. Bedanya, Mozilla menggunakan 10 koneksi untuk 10 object yang berbeda yang menjadi elemen dari halaman web tersebut, sedangkan IDM menggunakan 10 koneksi hanya untuk mendownload 1 objek yang sama.
Bagi user, manfaatkan IDM hanya untuk fitur auto resumenya saja, sehingga download yang terputus bisa dilanjutkan lagi tanpa harus mendownload dari awal.
Menggunakan paralel download secara membabi buta, tidak hanya merugikan user yang lain, tapi juga berpotensi merusak file yang di download, sebab proses split & merge yang dilakukan IDM tidaklah selalu sempurna.
Berhati hatilah saat menggunakan IDM secara parelel untuk mendownload aplikasi yang berbentuk executable.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar