Senin, 13 Agustus 2012

Panduan membuat Webserver sendiri dengan register domain di Jagoan Hosting


Berikut ini sekedar sharing mengenai “Step by step Registrasi Domain” dan Konfigurasi“DNS FORWARDING”. Sehingga kita bisa melakukan registrasi nama Websites / nama Domain sesuai pilihan kita, lalu nama Domain ini kita arahkan ke WebServer kita sendiri ( IP Public dan Server kita sendiri ). Pilihan Jagoan Hosting ini bukanlah karena untuk promosi, tapi sekedar sharing step by step-nya saja agar dapat menjadi wawasan sehingga jika suatu saat melakukan proses registrasi ataupun setting DNS sendiri…
Langkah Pertama : Cek harga Domain dan siapkan nama domain yang akan kita gunakan / kita beli di http://www.jagoanhosting.com.
Kedua : Register dan Login ke websites :https://member.jagoanhosting.com/clientarea.php
Ketiga : Selanjutnya kita berhasil Login sesuai account yang kita miliki.
Keempat : Pastikan Nama Domain yang kita pilih, telah kita bayar dan selanjutnya kita akan diberikan konfirmasi dan account untuk mengakses domain tersebut.
Biaya registrasi awal nama domain DOT COM, biasanya sekitar Rp. 90.000,-
Kelima : Selanjutnya kita akan diberikan Link akses ke pengaturan Domain yang telah kita beli / telah kita bayar.

Keenam : Selanjutnya kita Login ke Account kita setelah mendapatkan Username dan Password-nya.
Ketujuh : Masuk ke menu “DOMAINS” lalu pilih “LIST ALL ORDERS“. Selanjutnya kita klikNama Domain yang telah kita miliki tadi.
Kedelapan : Setelah kita klik nama Domain kita, misalnya “thinkxfree.com”, selanjutnya akan muncul informasi dari domain kita. Termasuk data / nama registrant secara detail.
Kesembilan : Selanjutnya pilih menu “DOMAIN FORWARDING”.
Kesepuluh : Selanjutnya pada menu Domain Forwarding kita klik “Manage Domain Forwarding”.
Kesebelas : Selanjutnya di tampilkan pengaturan Domain Forward Service, dan disini kitatinggal memasukkan IP Public yang kita gunakan sebagai Webserver.
Keduabelas : Berikut ini adalah tampilan dari IP Public : 125.164.75.150 yang kita gunakan untuk Domain http://www.thinkxfree.com
Ketigabelas : Berikut ini hasilnya http://www.thinkxfree.com setelah kita setting Domain Forward dari IP Public : 125.164.75.150.
Okey… Konfigurasi lebih lanjut untuk real implementasi Domain Name Server dari Websites kita dari langsung ke WebServer personal kita, maka anda dapat mengikuti panduang artikel dibawah ini :
Selamat mencoba dan berkarya…

Panduan Setting Port Forwarding Modem ADSL Agar IP Public Speedy Kita Menjadi IP WebServer


Panduan Setting Port Forwarding Modem ADSL Agar IP Public Speedy Kita Menjadi IP WebServer


Rate This

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan
Berikut ini adalah Step by Step Panduan Setting Port Forwarding Modem ADSL Agar IP Public Speedy Kita Menjadi IP WebServer, artikel ini sudah dibuat beberapa tahun lalu tapi link upload artikel sudah tidak aktif dan ternyata masih ada backupnya di local webserver saya maka saya upload lagi karena cukup banyak menanyakan teknis pembuatan webserver sendiri…
Step by stepnya adalah sebagai berikut :
1. Disini saya memberikan contoh mengunakan Modem ADSL Linksys WAG200G ( yang sudah saya Upgrade dari Firmware 1.01.06 menjadi 1.01.09 ). Pertama, kita cek status Modem kita, sehingga kita tahu IP Public yang diberikan oleh SPEEDY kepada kita. Contoh disini IP Public saya adalah : 125.164.75.150
2. Selanjutnya kita klik menu “Applications & Gaming” lalu pilih sub menu “Single Port Forwarding“. Nah, pada Application “HTTP Port 80” di Forward ke IP Address Web Serversaya dengan IP : 192.168.88.16 ( IP ini hanya contoh saja sesuai dengan webserver local punya kita masing-masing ) dan aktifkan tanda checkmark “Enabled“.

3. Lalu Kita Install XAMPP pada PC dengan IP address : 192.168.88.16 dan saya Upload ke folder HTDOCS (default folder Xampp) dengan website desain saya dengan contoh seperti dibawah ini… 
4. Btw, jika kita mengunakan Paket Speedy Office maka kita mendapatkan IP Public Static. Nah, langkah selanjutnya setelah kita IP Public WebServer ini maka kita tinggal membeli atau Register untuk nama Domain kita. Kita juga bisa mengunakan paket Speedy Sosial atau yang lain tapi akan mendapatkan IP Public Dinamis ( alias kalau Koneksi Modem ADSL-nya diskonek maka kita akan mendapatkan IP Public yang berbeda ). Nah jika IP Public kita Dinamis maka kita dapat mengunakan Tool DynDNS seperti panduan dibawah ini :


5. Berikut ini adalah tampilan websites setelah kita lakukan Setting Port Forwarding di Modem ADSL kita dengan mengarahkan Port 80 ke WebServer local dengan IP 192.168.88.16.
 
Selain dengan Teknik Port Forwarding fitur modem, kita juga dapat memanfaatkan Port Forwarding Mikrotik seperti artikel dibawah ini :

Kamis, 09 Agustus 2012

http://thinkxfree.wordpress.com/2011/06/10/step-by-step-konfigurasi-pptp-vpn-client-di-windows-7/

thank for link above:
http://thinkxfree.wordpress.com/2011/06/10/step-by-step-konfigurasi-pptp-vpn-client-di-windows-7/

Sharing diskusi tentang Implementasi VPN untuk Secure Connection akses aplikasi Kantor Cabang ke Kantor Pusat


Sharing diskusi tentang Implementasi VPN untuk Secure Connection akses aplikasi Kantor Cabang ke Kantor Pusat

 
 
 
 
 
 
Rate This

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan
Berikut ini adalah diskusi untuk planning implementasi VPN. Karena pembahasan tentang VPN untuk aplikasi di perusahaan dengan berbagai Cabang beda kota ataupun 1 kota yang sama melalui internet ini menarik untuk di sharing maka saya upload sebagai artikel. Semoga sharing ini menambah wawasan rekan-rekan semua…

Aplikasi apa saja dapat jalan di VPN, advise saya agar tidak terlalu berat mesti di tuning dengan tepat ( Coding-nya ). Akses / Query database juga mesti di siapkan dengan tepat dan cermat, jadi gak asal bikin aplikasi.
Untuk Speedy sebetulnya masih kurang bagus untuk VPN karena bandwith Downstream 1 Mbps dan Upstream nya cuman 128 kbps. Jadi tidak balance, sehingga bandwith yang di pake untuk aplikasi dengan VPN sebenar nya 128 Kbps…
Idealnya sich pake koneksi dari ISP dengan bandwith sekitar 512 Kbps, 1:1 -> balance Upstream – Downstream. So… kalo pake layanan Telkom sich kita bisa memilih mengunakan Telkom Astinet.
Untuk VPN Server di kantor pusat, sebaiknya pake 1 Mbps atau 2 Mbps, 1:1, balance Upstream – Downstream. Dengan estimasi kurang lebih 10 Cabang dengan total Client sekita 20 PC. Untuk cabang bisa 256 Kbps, 1:1 dengan balance Upstream – Downstream.
Kalo di tempat saya sich mengunakan layanan NUSANET dengan bandwith SHARED 1:2… upto 512 Kbps. Real speed yang saya dapatkan sich sekitar 415 Kbps balance. ( Cukup memuaskan ). Harganya cuman 550rb/bln dengan kontrak 1 thn.
Ada beberapa Client XPS yang pake koneksi di Speedy 1 Mbps, baik di Server maupun di Client / kantor Cabang sudah implementasi dengan baik. Di antaranya perusahaan distributor ( Pak Rudi Tuban, dll )…
Jadi kemungkinan untuk client tidak perlu penambahan bandwidth lagi, VPN Server di kantor pusat saja sebaiknya mengunakan layanan dengan bandwith > 1 Mbps 1:1. Kita bisa awali dulu dengan koneksi yang ada. Selanjutnya kita review lagi, apakah perlu penambahan bandwith yang lebih baik ataukah sudah cukup dengan koneksi yg ada saat ini. Ataukah juga perlu di lakukan Performance Tuning di aplikasi yang kita gunakan…
Jadi… tidak perlu investasi yang berlebih sebelum mendapatkan pilihan solusi yang tepat. Sedangkan untuk hardware-nya… Kita sebetulnya tidak jualan Mikrotik, tapi kita akan bantu customer untuk bisa mendapatkan hardware yang di butuhkan tersebut.
Kita akan support untuk Solusi VPN Akses-nya… Bisa dalam bentuk konfigurasi untuk implementasi, bisa juga dalam bentuk Training untuk implementasi… dan kita akan support hingga sukses implementasi VPN tersebut…
Estimasi hardware Mikrotik nya saja kalo pake RB750 sekitar Rp. 400.000 per-unit. Kalo pake RB450 sekitar 900rb per-unit.
Berapa banyak jumlah Client yang konek ke VPN Server ? Kita sebetulnya bisa saja cukup Investasi 1 Mikrotik saja sbg VPN Server. Di cabang tidak perlu pake Mikrotik… ( Seharusnya gak lebih dari 20 PC, asumsinya tiap cabang 2 PC aja ).
Saya prefer pake Solusi dengan konsep : “1 VPN Server dgn Mikrotik RB450/RB450G di sisi Server dan tidak perlu Mikrotik VPN Client di tiap cabang. VPN Client di setting di PC Client ), tidak perlu setting di level Router”. Karena PC Client di tiap cabang tidak banyak.
Keuntungannya :
(1) Koneksi VPN-nya sama2 running ‘On Tunneling Mode’.
(2) Lebih hemat investasi.
(3) Lebih hemat waktu untuk konfigurasi serta Testing Go Live-nya.
(4) Koneksi Flexibel, bisa pake koneksi apa saja, termasuk pake Modem 3G ataupun HotSpot. Pengunaan Modem 3G memungkinkan bisa bekerja di mana saja alias lebih Fleksibel, dll.
Kerugiannya sich gak ada…
Memang sebaiknya Mikrotik di tiap Cabang di fungsikan sebagai Bandwith Manajemen… sehingga memastikan PC yang mengakses Aplikasi di VPN Server mendapatkan bandwith yang lebih bagus dari pada cuman mengunakan jaringan natural tanpa Bandwith Manajemen… Sebab kalo ada yang pake Downloader, bandwith bakalan di sedot client tersebut. Jadi dengan Mikrotik kita bisa prioritaskan akses internet pada PC Client sesuai kebutuhan yang tepat…
Dari sisi security sich saya pake Mikrotik > 6 tahun belum pernah kebobolan…
Pengunaan VPN di tempat saya sendiri sich lebih sering di gunakan untuk :
(1) Remote Support ( partner & konsultan ).
(2) Remote Access Server ( Abaper / SAP Programmer, BASIS / System Administrator ).
(3) Manajemen ( untuk reporting maupun Intranet Websites yang di akses via VPN, akses CCTV, dll ).
Sedangkan untuk Training Mikrotik, sejak September 2009 hingga Juni 2011 sich XP Solution telah menyelenggarakan Training > 40 kelas. Baik kelas reguler maupun kelas Private atau inHouse Training. Diantaranya PT. Lintas Artha Surabaya, PT. Posindo Kanvil Jawa Timur, dll. Peserta kita juga beragam, mulai dari Sabang hingga Merauke. Ada dari Tanjung Balai / Kepulauan Riau, Balikpapan, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Solo, Malang, Denpasar, Mataram, bahkan dari Jayapura.  Kalo di Estimasi 1 kelas 10 atau 15 orang, tinggal menghitung aja berapa banyak SDM yang telah kita training…
Untuk mendapatkan support Training, bisa ikut training reguler ataupun private di Surabaya atau datengin Trainer ke Perusahaan anda. Untuk Training Private, sebaiknya minimal peserta training 2 orang supaya ntar pemahaman materinya bisa saling mengisi dan bisa saling interaktif. ( kontak : xp.solution@yahoo.com / 081-357-661-007 ).
Sechedule saya hanya bisa training hari Sabtu & Minggu untuk luar Surabaya. Kalau di Surabaya sich jika Urgent bisa Training kelas malam. Dengan Training ini, ntar bisa LIVE KONFIGURASI atau REAL CASE. Cukup konfigurasi sekali saja, selanjutnya bisa di kembangkan sebanyak client yang di inginkan. Saya lebih prefer pake Training dari pada saya handle konfigurasi project karena dengan Transfer Knowledge ini dapat di fungsikan lebih luas lagi bagi customer anda, bukan hanya sekedar sekali project ini saja….

Step by Step membuat Auto Connect VPN saat Logon Windows

 
 
 
 
 
 
1 Vote

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan
Berikut ini adalah konfigurasi Auto Connect VPN saat Logon Windows, dimana koneksi VPN akan langsung aktif begitu kita melakukan login ke Windows kita. Baik kita akses PC / Laptop Stand Alone maupun terkoneksi jaringan bahkan PC Client sebagai member Domain. Langakah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Kita harus sudah siapkan VPN Server dan siapkan Account VPN User yang telah kita tentukan. Untuk VPN Server disini tidak harus mengunakan Mikrotik saja, tapi apapun produk VPN Server dapat kita lakukan dengan setting yang sama.
2. Selanjutnya kita buat / kita setting konfigurasi VPN Client. Anda dapat mengikuti panduan ini :
or
3. Disini yang HARUS DIPERHATIKAN adalah nama VPN Connection.. misalnya saya contohkan dengan nama XPS-VPN.
4. Selanjutnya dari VPN Connection yang telah kita buat, maka selanjutnya kita harus buatkan Script yang bisa kita buat dengan BATCH FILE ataupun dapat kita Coding dan Compile sebagai Aplikasi EXE tersendiri. Pada Windows ini kita memanfaatkan fungsi dariRASDIAL.EXE.
Struktur perintahnya adalah :
rasdial.exe  ‘nama-vpn-connection’   ‘nama-username-vpn’  ‘password-vpn’
5. Selanjutnya kita membuat Shortcut dari Script BATCH FILE yang telah kita buat tadi. Serta Shortcut tersebut harus kita masukkan ke folder STARTUP pada Start Menu –> ProgramFiles.
6. Selanjutnya kita bisa Testing dengan melalukan Restart PC atau Laptop kita… Dan hasilnya sukses seperti yang kita inginkan…
Mudah sekali bukan ??? Selamat mencoba dan semoga tutorial ini bermanfaat…
Salam….

Membuat koneksi VPN Client di Windows XP


Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan
Dalam artikel ini akan saya jelaskan Tahapan atau Step by Step membuat koneksi VPN Client di OS Windows XP ( Windows 2000, Windows Vista, Windows 7, Windows 2003 Server, dll  kurang lebih sama saja ).
Langkah Pertama : Masuk ke Control Panel, lalu pilih Network Connection.
Kedua : Selanjutnya kita klik “New Connection Wizard” atau klik menu “File”, lalu pilih “New Connection”. Lalu setelah muncul seperti gambar dibawah ini, klik Next.
Ketiga : Lalu kita pilih Connect to the network at my workplace. Lalu klik Next.
Keempat : Klik Virtual Private Network Connection lalu klik Next.
Kelima : Berikan nama untuk koneksi VPN kita ini, misalnya XPS-2010 atau sesuka anda. Lalu kita klik Next.
Keenam : Pada tahap ini kita pilih “Don’t dial the initial Connection”, lalu klik Next. ( Kalo akses internet Unlimited bisa pake cara ini, tapi jika akses internet anda per dia-up connection tentunya bisa anda sesuaikan dengan internet akses anda ).
Ketujuh : Selanjutnya kita masukkan IP Address dari VPN Server kita, bisa berupa namaHost Name atau IP Public-nya, misalnya : 125.164.75.150.
Kedelapan : Proses Create koneksi VPN telah selesai dan kita klik Finish.
Kesembilan : Begitu kita klik Finish, maka akan muncul kota dialog seperti dibawah ini. Untuk pertama kali, kita masuk ke menu Properties dulu.
Pada Tab menu General, tampak IP VPN Server yang akan kita koneksikan.
Kesepuluh : Klik Menu Tab Security, lalu hilangkan centang “Require Data Encription”. Karena kita tidak mengaktifkan fitur ini pada Mikrotik VPN Server yang telah kita install sebelumnya.
Kesebelas : Selanjutnya kita kli Menu Tab Networking. Pada pilihan Type of VPN kita pilihPPTP VPN. Lalu untuk IP Address-nya sudah kita setting Automatic, jadi gak perlu di setting lagi. Selanjutnya kita klik OK dan siap melakukan koneksi VPN.
NB : NAH… penjelasan yang sangat khusus untuk anda pahami ( lihat gambar dibawah ini ). Didalam menu Internet Protocol / TCP-IP lalu kita klik Properties lalu kita klik ADVANCED. Nah selanjutnya di situ ada pilihan Use Gateway to Remote Network. Nah jika kita aktifkan / kita centang maka apabila PC kita ini terkoneksi ke VPN maka Gateway yang kita pake akan mengambil Gateway VPN Server tersebut. Begitu juga sebaliknya dan hal ini dapat kita buktikan atau kita lacak mengunakan TRACERT dari CMD.
Misalnya sebelum konek ke VPN Server, PC kita mengunakan koneksi ISP NUSANET lalu kita cek dengan perintah tracert yahoo.com maka terlihat Gateway yang kita gunakan melalui jalur akses NUSANET. Selanjutnya kita Konek ke VPN Server yang mengunakan ISP Telkom Speedy, maka saat kita cek lagi dengan perintah tracert yahoo.com menunjukkan akses koneksi ke yahoo.com tersebut sudah tidak melewati jalur akses NUSANET melainkan melalui jalur akses Speedy. ( Nah, konsep Forward Routing mengunakan VPN seperti inilah yang banyak digunakan untuk mempercepat akses internet dengan melalui JALUR ALTERNATIF ).
Keduabelas : Setting VPN Connection untuk Client kita sudah siap, selanjutnya kita klikConnect.
Selanjutnya akan terlihat proses Connecting melalui Register / cek authentikasi ke VPN Server.
Lalu setelah Authentikasi sukses maka akan muncul Status Koneksi VPN kita seperti gambar dibawah ini.
Dan jika kita lihat propertis koneksinya akan terlihat seperti dibawah ini, IP Address yang didapatkan ( 192.168.88.20 ) dari IP Pool yang kita buat di Mikrotik VPN Server. Sedangkan IP Address 192.168.88.250 adalah IP Gateway atau Server untuk komunikasiIP VPN Client dengan Mikrotik dan  dilakukan InterConnect dengan Client yang lain.
Ketigabelas : Kita telah terkoneksi dengan VPN Server dan selanjutnya bisa cek Ping ke IP Client lain yang ada dalam jaringan 1 Network dengan Mikrotik ( PC Client di jaringan kantor ), termasuk untuk mengakses semua resource yang ada di jaringan LAN tersebut. Baik untuk mengakses Websites / peripheral networking, mengakses Sharing Folder, Sharing Printer, Email Server Intranet, maupun mengunakan Remote Desktop, dll.
Selanjutnya pada gambar diatas dan dibawah ini adalah capture monitoring proses dan status koneksi VPN Client.